Masa Subur Wanita Setelah Haid

Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah (endometrium) melalui vagina. Lapisan ini terbentuk guna sebagai persiapan jika sel telur dibuahi oleh sel sperma, jika sel telur ini tidak dibuahi maka jaringan ini akan meluruh.

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari menstruasi itu sendiri dari beberapa ahli dokter masalah kandungan dan organ intim, seperti :

- Menurut Prof. DR. Dr. Andrjono , SpOG(K) beliau adalah seorang pengajar FKUI/RCM, berpendapat bahwa menstruasi adalah keluarnya darah dari rahim yang terjadi secara teratur akibat siklus hormon pada perempuan.

- Dr. Fernandi Moegni, SpOG (K), beliau adalah seorang ahli obestetri-ginekologi di RS. Royal Progress, Sunter. Beliau berpendapat bahwa menstruasi merupakan pendarahan atau keluarnya darah yang bersifat siklik atau teratur dari dalam rahim, berupa lepasnya selaput lendir rahim. Saat seorang perempuan mendapatkan menstruasi.

Siklus menstruasi yang teratur berkisar natara 28-30 hari setiap bulannya. Suatu menstruasi dikatakan normal apabila siklusnya teratur yaitu 21-35 har, lamanya 3-7 hari, banyaknya dihitung dengan pengunaan pembalut yang normalnya sekitar 4-5 hari ganti setiap harinya, juga tidak ada nyeri saat menstruasi.

Menstruasi yang normal dan siklus menstruasi yang teratur merupakan kunci penting dalam mengetahui dan menghitung masa subur wanita. Dengan masa mentruasi yang normal dan teratur setiap bulannya, membuat wanita lebih mudah dalam menghitung masa subur.

Menghitung masa subur dengan siklus menstruasi :

1. Jika menstruasi normal dan teratur

Melacak masa subur bisa diketahui melalui hitugan siklus haid atau mentruasi. Masa subur akan mudah diketahui dari siklus menstruasi yang terjadi setiap bulannya yang berlangsung 28=30 hari.

- Bila siklus menstruasi teratur (28 hari) :

Hari pertama dalam siklus menstruasi dihitung sebagai hari ke-1.
Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus menstruasi.

Contoh :

Seorang wanita mendapat menstruasi mulai tanggal 9 Januari. Maka tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 Januari an hari ke-26 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi masa subur yaitu seak tanggal 20-24 Januari.

Contoh tanggalan menstruasi untuk menghitung masa subur

2. Jika menstruasi tidak teratur

Menurut Prof. DR. Dr. Andrijono, SpOG (K), menstruasi yang tidak teratur artinya siklus haid tidak pasti setiap bulannya, tanda-tandanya adalah haid yang maju atau mundur sehingga datangnya haid tidak dapat dipastikan.

Bila seorang wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur dan lancar berpengaruh pula pada tingkat kesuburan dan dalam menentukan serta menghitung masa suburnya pun berbeda pula. Catat jumlah hari dalam satu sikus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya. Jumlah dari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus :
Hari pertama masa subur = jumlah hari terpendek – 18
Hari terakhir masa subur = jumlah hari terpanjang – 11

Contoh :

Seorang wanita mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).

Perhitungannya :

26-18 = 8 dan 32-11=21. Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke -21 dari hari pertama haid.


=====================================

>>> Alat Uji Masa Subur Ovutest Scope, Cukup Satu Alat Untuk Seumur Hidup! Hasil 98% Akurat dan Cepat, Lebih Praktis Hanya Dengan Air Liur, Klik Detail Disini!
=====================================

This entry was posted in Masa Subur Setelah Menstruasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>